Bupati Bener Meriah Hadiri Launcing Ketahanan Pangan dan Kampung Tangguh Bener Meriah

10-07-2020 15:02:26


Redelong- Bupati Bener Meriah hadiri launching kegiatan ketahanan pangan dan kampung tangguh oleh Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin, S.Ip MM bersama Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil, Forkopimda dan Forkopimda Plus, bertempat di Kampung Umah Besi Kecamatan Gajah Putih, Kamis (09/07/2020).

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam sambutannya mengatakan Bener Meriah merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Aceh yang juga terdampak Covid 19, baik 

"Betapa tidak, wabah ini telah merusak tatanan perekonomian yang kian makin memburuk, merubah pola kehidupan bahkan sampai kepada tatanan dan peribadahan keagamaan," ujar Bupati. 

Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat hidup kita, karena kita berkeyakinan bahwa setiap persoalan itu merupakan sebuah tantangan memberi hasil terbaik. "Dengan catatan, kita harus secara bersama-sama dan bersungguh-sungguh menyelesaikannya," tegas Bupati. 

Bupati melanjutkan,  di awal pandemi Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah ini, ada pukulan ekonomi. Sejak saat itu ekspor menjadi terganggu khususnya kopi. "Kita diskusikan dengan teman-teman untuk membuat sebuah upaya penguatan ketahanan pangan sambil melakukan Physical Distancing," katanya. 

Bener Meriah melakukan inovasi besar. Warga tidak terisolasi di rumah, tapi diajak produktif dengan berkebun sekaligus menerapkan Physical Distancing, yang mana program sejalan dengan pencegahan penularan virus corona. "Di kebun mereka rata-rata bisa menanam sesuatu, mungkin mereka punya kendala tidak punya bibit," ujar Bupati. 

Maka kita masuk dengan program ketahanan pangan, Social Distancing dan ketahanan pangan dilakukan secara bersamaan. Kebetulan di desa-desa kita program-program strategis, ini semua kita revisi, kita arahkan ke tiga desa, punya sektor, penanganan Covid di Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan ketahanan pangan. 

Ini yang kita lakukan pada seluruh masyarakat Bener Meriah sesuai dengan imbauan tentang ketahanan pangan mengenai ada potensi krisis pangan. Mengenai program ketahanan pangan yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat di Bener Meriah. 

Dalam setiap keluarga akan dibantu senilai Rp. 500.000. Ini dalam bentuk bahan baku seperti padi, jagung, kacang-kacangan, kentang, ayam, bebek dan lain-lain yang semuanya ada 11 komoditi, dan program ini sudah berjalan. 

Tujuan program ini agar masyarakat tidak melakukan kerumunan dan selalu melakukan social distancing dengan berkebun. Ini salah satu sebagai inovasi di Bener Meriah. Penangan Covid-19 walaupun ini sedikit sulit karena banyak masyarakat berbeda ingin instan. Yang pemahaman, kalau kita kaji ulang, ada beberapa jenis bantuan pemerintah yang sifatnya konsumtif yaitu, PKH, BPNT, BST, Bantuan Dari Baitul Mal, CBP, bantuan sembako.

Satu produktif jenis bantuan yang sifatnya yaitu ketahanan bantuan pangan berupa bibit, ternak, pakan dan pupuk. Yang semuanya ini tentu kita sadari tidaklah cukup karena hanya senilai 500.000. Namun kita juga harus menyadari bahwa ini hanyalah sebuah stimulan, dorongan dan sentuhan sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah-tengah sulitnya perekonomian masyarakat. 

"Kami berharap bahwa dengan bantuan ini, bisa dikelola dengan baik yang Insha Allah merupakan wujud rasa syukur kita maka Allah akan menambah keberkahan dari setiap yang kita hasilkan. 

"Kita juga harus tetap bersyukur Bener Meriah merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki tanah yang cukup subur sehingga tidaklah salah apabila kita manfaatkan tanah yang subur ini untuk kesejahteraan kita dan keberlangsungan terhadap generasi kita ke depannya," harap Bupati Tgk H. Sarkawi.(pm/fa/diskominfo/bm)